Vaksin Ebola Glaxo Lulus Tes Awal

Vaksin Ebola Glaxo Lulus Tes Awal

28 November 2014 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional


WHO-Logo-edit

Vaksin uji coba Ebola yang dibuat perusahaan GlaxoSmithKline tidak menyebabkan efek samping serius. Dalam uji klinis awal, vaksin tersebut memicu respons imun pada 20 relawan yang sehat.

Laporan tersebut dimuat dalam New England Journal of Medicine. Uji coba dimulai pada 2 September 2013 lalu. Para sukarelawan dipantau selama 48 pekan.

“Profil keamanannya mengesankan, seperti juga temuan vaksin dosis yang lebih tinggi menyebabkan respons imun yang cukup sebanding dengan apa yang melindungi hewan (di lab) dari Ebola,” ujar Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) Anthony Fauci yang melakukan uji coba di Bethesda, Maryland dilansir Reuters, Rabu (26/11).

Vaksin tersebut dikembangkan di NIAID dan Okairos, sebuah perusahaan bioteknologi yang diakuisisi GlaxoSmithKline. Vaksin mengandung material genetis dari dua jenis ebola, Zaire dan Sudan. Zaire bertanggung jawab atas epidemi di Afrika Barat.

Karena tidak etis mengekspos relawan terhadap ebola, peneliti mengetahui efektivitas vaksin dengan melihat apakah vaksin memicu produksi antibodi ebola dan sistem imun sel T.

Uji coba melibatkan relawan berusia 18-50 tahun. Setengahnya menerima dosis rendah dan lainnya menerima setengah dosis lebih tinggi.

Seluruh 20 relawan mengembangkan antibodi antiebola dalam empat pekan. Kelompok yang menerima dosis lebih tinggi mengembangkan antibodi yang lebih tinggi pula.

Dosis juga mempengaruhi produksi sel T. Sebanyak tujuh dari 10 orang yang menerima dosis tinggi memproduksi satu jenis sel T yang penting. Sedangkan di kelompok yang menerima dosis rendah hanya dua orang yang memproduksinya.

Lebih tinggi dosis yang dibutuhkan untuk memicu imunitas, tantangannya lebih banyak. Selain itu, biayanya mahal untuk memproduksi vaksin dalam jumlah besar.

WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jutaan vaksin uji coba virus ebola akan diproduksi pada akhir 2015. Dikutip dari BBC, Jumat (24/10), WHO mengatakan beberapa ratus ribuan akan diproduksi dalam tengah tahun pertama.

Vaksin tersebut akan diberikan pada pekerja kesehatan yang berada di garis depan di Afrika Barat paling cepat Desember 2014. Namun, WHO mengingatkan vaksin itu bukanlah “peluru ajaib” yang bisa mengakhiri epidemi.

Sebagai upaya merespon wabah ebola terbesar dalam sejarah itu, WHO mempercepat proses pengembangan vaksin. Normalnya butuh bertahun-tahun untuk memproduksi dan menguji coba vaksin. Namun, sekarang perusahaan pembuat obat bekerja dalam skala pekan.
Dua vaksin uji coba yang diproduksi GlaxoSmithKline (GSK) dan Public Health Agency of Canada telah diuji coba. Vaksin GSK telah diuji coba di Mali, Inggris dan AS. Penelitian vaksin Kanada sedang dilakukan di AS. Percobaan di Eropa dan Afrika akan segera dilakukan.

Hasilnya diperkirakan akan keluar pada Desember. Setelah itu, uji coba akan dilanjutkan ke negara terdampak ebola. Kemungkinan di Liberia terlebih dulu.

 

Sumber : Republika.com