Visi Keluarga Indonesia Sehat 2018

Ketua Umum PB IDI, DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes menyatakan, untuk menggapai Indonesia yang jauh lebih sehat :
" ... perlu dikembangkan Visi Keluarga Indonesia Sehat 2018 ... "

Selengkapnya

Dokter, Potensi Kepemimpinan Bangsa Yang Terpendam

Dr. Soetomo : "Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menghasilkan pemimpin baru. Bila seorang pemimpin tidak menghasilkan pemimpin baru maka pemimpin tersebut telah kandas dalam kepemimpinanya".

Selengkapnya

Link P2KB

Perkembangan Stem Cell di Indonesia

Sel punca (Stem sel) adalah sumber dari semua sel di dalam individu, dan ini merupakan sebuah sumber bagi pengobatan sel yang sekarang ini merupakan sebuah jalan revolusi untuk mengatasi berbagai penyakit dan kerusakan dengan keuntungan medis yang luas. Pengobatan dengan menggunakan sel punca mempunyai potensi penerapan dalam mengatasi berbagai penyakit dan kelemahan dari otak, organ dalam, tulang dan banyak jaringan lainnya. Contoh penyakit ini meliputi stroke, alzheimer's, Parkinson, penyakit jantung, osteoporosis, diabetes yang tergantung insulin, leukimia, luka bakar dan kerusakan sunsum tulang belakang. Sel punca dapat dikategorikan menjadi 2 macam kategori besar berdasarkan sumbernya yaitu sel punca dewasa yang berasal dari organisme dewasa dan sel punca embrio, sel punca yang berasal dari inner sel mass embrio stadium blastula. Kedua macam sel punca ini dapat digunakan untuk pengobatan sel punca. Di Indonesia telah dimulai penelitian dan pengobatan stem stem dengan menggunakan sel punca dewasa, hal ini dipilih karena sel punca dewasa tidak menemui hambatan dalam bidang etika, sedangkan sel punca embrio masih banyak ketidakjelasan tentang etika dan banyak perdebatan yang timbul karenanya, walaupun sudah banyak negara yang membolehkannya termasuk amerika baru–baru ini setelah terpilihnya presiden Barak Obama. Demikian dikatakan Drh. Yuda Heru Fibrianto, MP, PhD dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta dalam acara seminar sehari tentang "Penelitian Multisenter Sel Punca di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI) yang diselenggarakan belum lama ini (30 Mei 2009) di Jakarta.

Selengkapnya

Siaran Pers PB IDI Tentang Perkembangan Kasus Ibu Prita Mulyasari


Siaran Pers Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Tentang

Perkembangan Kasus Ibu Prita Mulyasari : IDI Membentuk Tim Khusus




Sehubungan dengan perkembangan terakhir terhadap kasus yang menimpa Ibu Prita Mulyasari, PB IDI memberikan pandangan dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut : 1. IDI ikut prihatin atas kasus hukum yang menimpa ibu Prita Mulyasari, terutama tekait dengan proses penahanan di LP Wanita Tangerang. 2. PB IDI melalui Pengurus IDI Wilayah Banten sudah melakukan pemanggilan terhadap dokter-dokter RS Omni untuk mengklarifikasi masalah Ibu Prita Mulyasari, khususnya terkait dengan permasalahan praktik kedokteran. 3. PB IDI memandang masalah ini harus didudukkan secara jernih antara masalah pencemaran nama baik yang merupakan ranah hukum dan masalah praktik kedokteran yang merupakan ranah profesi....

Selengkapnya

Ucapan Selamat

Segenap Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia mengucapkan selamat kepada :

  1. Dr. Astronias B Awusi, Sp.PK, M.Kes
    "Selamat atas kenaikan pangkat dari Letnan Kolonel menjadi Kolonel di Angkatan Darat"

    Beliau salah satu Pengurus Besar IDI periode 2006 - 2009 dengan jabatan Wakil Sekjen II.
  2. Dr. H. Samsul Ashar, Sp.PD
    "Selamat atas pelantikan sebagai Walikota Kediri"

    Beliau adalah Ketua IDI Cabang Kota Kediri.

Selengkapnya