IDI Mendatangani MOU dengan Ikatan Dokter Singapura

IDI Mendatangani MOU dengan Ikatan Dokter Singapura

17 March 2014 | Posted in berita-lengkap, Internasional


IDI Mendatangani MOU dengan Ikatan Dokter Singapura

L1030848 editMenyingkapi maraknya kasus dokter asing yang datang ke Indonesia dengan alasan alih teknologi, memberikan ceramah ilmiah dengan alasan transfer ilmu, dan bahkan adanya promosi secara pribadi yang berlebihan, maka untuk membatasi  hal tersebut PB IDI belum lama ini telah membuat MOU kesepakatan dengan Singapure Medical Assouciation (SMA) dalam hal tata tertib kunjungan Dokter ke dua Negara tersebut.

MOU dilakukan  di Gedung Sekretariat S.M.A Singapura dan dari Pihak PB IDI yang berkunjung Ketua Umum PB IDI, Dr. Zaenal Abidin, MH, Prof. Dr. I.O. Marsis, SpOG (K) dan Dr. Ihsan Oetama, SpOG.

Sementara itu Dr. Ihsan Oetama sebagai Ketua Bidang dan Pengembangan Hubungan Organisasi Internasional mengatakan, awal MOU itu dibuat pada tahun 2008, ketika itu masih kepengurusan DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes (Ketua Umum PB IDI periode 2006 – 2009).

Tujuan MOU itu dibuat, kata Dr. Ihsan, untuk menertibkan kedua organisasi itu yang akan mengadakan kegiatan (seminar ilmiah) di Negara yang bersangkutan agar tidak semaunya. Diantara rambu-rambunya adalah Pertama, persetujuan  masing-masing menghormati tata cara yang berlaku di negaranya, antara lain apabila mengadakan seminar atau kegiatan lainnya harus kerjasama dengan Ikatan Dokter di Negara yang bersangkutan.

Kedua, apabila salah satu Negara mengadakan seminar satu topik, maka harus mengikut sertakan juga dokter dari Negara yang satunya dalam topik yang sama, agar dapat dibuat perbandingan.

Ketiiga, kalau mengadakan kegiatan juga harus ada satu sesi tentang etik kedokteran, sehingga agar di mengerti oleh peserta-peserta dari Indonesia. Dan Keempat, Singapura siap membantu apabila orang Indonesia akan belajar di negaranya.

Dr. Ihsan menambahkan, bahwa  MOU kali ini adalah lanjutan dari MOU yang sebelumnya. Setiap dua tahun selalu di tinjau kembali MOU tersebut. Apakah mau diperpanjang atau tidak. “Tetapi sampai saat ini MOU dengan Singapur, baik-baik saja,” ujar Ihsan.