Pidato pada Komnas Pengendalian Tembakau

Pidato pada Komnas Pengendalian Tembakau

24 August 2010 | Posted in berita-lengkap, Press Release


Tugu Proklamasi 21 Agustus 2010

Ass.Wr. Wb, salam sejahtera  dan selamat sore para senior dan saudara saudara se bangsa dan setanah air yang saya cintai, pada sore hari ini atas nama Komnas Pengendalian tembakau kita berkumpul di tempat yang bersejarah ini untuk merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 65.

Sebagai ketua Ikatan Dokter Indonesia di mana organisasi ini juga merupakan pemrakarsa berdirinya Komnas Pengendalian Tembakau saya atas nama IDI mengucapkan terimakasih atas kepercayaan untuk memberikan sambutan pada acara peringatan kemerdekaan ke 65 tahun Republik Indonesia yang kita cintai. Kita patut bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh pendiri republik ini.

Usia ke 65  tersebut merupakan usia yang cukup tua bagi perjalanan suatu bangsa, semestinya dengan usia tersebut kita akan menjadi bangsa yang lebih cerdas dan semakin menguat untuk meletakan dasar dasar sebagai suatu Negara yang harus bisa berdiri sejajar  di antara Negara Negara lain di dunia.

Perjalanan penting suatu bangsa dan Negara menjadi di akui berdiri sejajar diantara bangsa bangsa di dunia bukan semata mata karena kemerdekaannya saja, tetapi juga harus di akui sebagai suatu bangsa yang kreatif penuh inovasi serta dapat memberikan sumbangan bagi peradaban dunia.

Menjadi bangsa yang seperti itu memerlukan kerja panjang dan kerja keras serta sinergi pada semua komponen bangsa Indonesia.

Kerja tersebut harus dengan cara meletakan unsur unsur penopang kwalitas sumberdaya manusia menjadi perhatian utama kita yang meliputi pendidikan, kebudayaan dan kesehatan. Sebagai seorang ketua Ikatan Dokter Indonesia saya sangat menaruh perhatian pada kwalitas sumber daya manusia. Saya bermimpi suatu hari kelak rakyat Indonesia dengan hanya memegang kartu tanda penduduk dapat memperoleh akses kesehatan artinya kelak insan yang akan lahir di Indonesia sejak dalam kandungan ibunya hingga pertumbuhannya akan terjaga kesehatannya dengan demikian bangsa ini akan menjadi bangsa yang sehat. Hanya di tangan bangsa yang sehat Negara ini bisa berkembang.

Di dalam perjalanan yang panjang ini kita tidak boleh mengeluh dengan keterbatasan budget kesehatan kita yang belum memadai di nilai dari kacamata WHO yaitu sekitar 5 % dari GDP, karena saat ini kita baru berkisar 2 – 3 % saja dari GDP. Kita harus melakukan kerja kerja cerdas supaya kita selamat sebagai suatu bangsa yang bisa berdiri sejajar dengan bangsa bangsa lain. Salah satu kerja itu adalah bagaimana kita bisa menjaga para generasi penerus sehat di tengah keterbatasan ini, salah satunya adalah upaya pengendalian tembakau. Mengapa demikian karena terbukti rokok yang merupakan produk dari tembakau merupakan zat yang bagi manuusia bersifat adiktif (kecanduan), toksik (beracun dan mematikan)  dan mutagenic/karsinogenik atau menyebabkan terjadinya kanker. Saat ini di Indonesia Jumlah perokok di Indonesia terbesar ke – 3 di dunia (WHO). Konsumsi rokok di Indonesia thn 2008  mencapai 240 milyar batang atau 658 juta/hari, sama dengan Rp 330 milyar /hari dibakar habis! Bagaimana kalau jumlah tersebut dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, a.l. program kesehatan, pendidikan dan kebudayaan yang merupakan bagian utama dari unsur kwalitas sumberdaya manusia. Data lain juga menyebutkan pertumbuhan perokok di kalangan generasi muda di Indonesia  tertinggi di dunia (Susenas).  Pertumbuhan perokok perempuan  periode 2001 – 2004 dari 1,3%  menjadi  4,5%. Kecenderungan lain juga kita melihat maraknya iklan dan promosi rokok yang jelas ditujukan kepada remaja menyebabkan kenaikan pesat perokok remaja dan perempuan. Iklan-iklan rokok memberikan kesan bahwa  kebiasaan rokok adalah  suatu hal yang biasa, normal dan seolah-olah tidak mengandung risiko kesehatan sama sekali. Sementara Iklan Layanan Masyarakat atau informasi ttg bahaya merokok hampir tidak ada.

Tujuan pengendalian tembakau adalah perlindungan bagi generasi muda, tunas tunas bangsa agar menjadi generasi penerus yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan. Generasi muda yang kita harapkan pada usia produktif nantinya dapat menjadi sumber daya manusia yang penuh prestasi  tanpa gangguan kesehatan akibat konsumsi rokok.

Pada kesempatan ini kami mendesak Negara, para pengambil kebijakan serta wakil-wakil rakyat  agar segera menetapkan peraturan-peraturan pengendalian produk tembakau dan mensahkan Rencana Undang-Undang Pengendalian Dampak Produk Tembakau bagi Kesehatan demi masa depan anak bangsa.

Semoga kita selamat menjadi salah satu bangsa yang besar sebagaimana di cita citakan para pendiri bangsa ini.

Merdeka !!!